WEB BLOG
this site the web

Recent Photos

image
image
image

Tips Anti Grogi

Badan gemetar, muka pucat, ngomong gagap dan belibet, wah... kacau! Gara-gara grogi kesempatan emas bisa melayang!

( Penulis : lika hai )
 

Padahal, basicallycuma ada dua penyebab kita suka grogi: gara-gara nggak pede atau gara-gara panik nggak juntrung!

Nggak percaya? Contoh gampang aja deh, grogi di depan cewek. Nggak usah muna lah, biar katanya cowok tuh nggak seribet cewek merhatiin penampilan, tapi begitu kita berhadapan dengan "mahluk manis", pasti jadi lain ceritanya. Dari ujung rambut sampe ujung kaki, dari omongan sampe kelakuan, diperhatiin abis-abisan!

Contoh lain yang gampang juga, kalo disuruh maju ngerjain soal di papan tulis sama guru killer! Panik kan? Makanya begitu ditanya-tanyain, wuah... ngomongnya jadi a-a, u-u. Tapi... ah, sudah lah. Ngapain ngomongin panjang lebar soal sebab musabab si grogi muncul. Mending kita siasati aja biar sifat grogian itu hilang, atau minimal bisa ditutupi kali yee....

• Enjoy aja...

Supaya nggak grogi, biar kata hati kebat-kebit lantaran nggak pede atawa panik, nikmati aja tuh rasa nggak pede dan panik. Kalo dinikmati pasti kita akhirnya jadi ngetawain diri sendiri deh. "Eh, ngapain ya gue kok kemelintingan kayak cacing kepanasan cuma gara-gara tuh cewek merhatiin jerawat di muka gue?" Percaya deh, setelah berhasil ngetawain "ketololan" diri sendiri, selanjutnya dijamin kita bakal bisa bersikap biasa lagi. Soalnya begitu berhasil ngetawain diri sendiri, berarti kita mulai sadar buat keluar dari ketololan itu!

• Self talk

Yang ini khusus buat ngilangin grogi yang disebabkan rasa nggak pede. Biar bisa pede dalam waktu singkat cuma ada satu caranya, puji diri sendiri abis-abisan. Misalnya, "Gue cakep... gue keren... dst." Tapi dalam hati aja ya mujinya, ntar dikatain narsis lagi, sama orang-orang. Hehehe....

• Relaksasi
Kalo yang ini baru buat ngilangin grogi karena panikan! Panikan nggak bakal terjadi kalo kita tenang, dan tenang cuma bisa terjadi kalo kita bisa rileks. Ribet ya? Tapi beneran lho. Cuma sayangnya rileks itu nggak bisa cepet terjadi kalo kita nggak ngebiasain melatih diri buat rileks. Makanya mulai sekarang rajin-rajin deh latihan relaksasi otot dan pernafasan. Biar begitu suatu saat rasa panik menyerang, badan dan pikiran udah otomatis rileks. Kan jadi nggak berlanjut ke grogi tuh?

Tips Nutupin Grogi
• Kurangin ngomong, banyakin senyum
Suara tuh indikator grogi yang paling menonjol selain warna muka yang berubah pucat atau merah, dan badan yang gemetaran. Berhubung pucat atau merahnya muka udah nggak mungkin ditutupin lagi (kalo urusan nutupin gemetaran, coba baca poin berikutnya), ya suara ini deh yang diakal-akalin ditutupin. Caranya apalagi kalo bukan mengirit kata-kata! Supaya makin sempurna, biar kedut-kedutannya bibir nggak keliatan, tebar senyum aja. Okeh?
• Pegang sesuatu
Upss, maksudnya bukan megang badan orang yang ada di depan kita lho. Hehehe.... Tapi, pegang sebuah barang! Yang kecil-kecil aja, kayak pulpen atau pemantik api gitu. Maksudnya biar energi berlebih yang timbul akibat grogi itu ada tempat pelampiasannya. Kalo nggak ada tempat pelampiasannya kan gemetarannya badan keliatan banget! Daripada badan gemetaran mendingan pulpen yang "gemetaran" bukan?
• Mending duduk daripada berdiri
Ini juga cara nutupin gemetaran badan. Coba deh perhatiin orang yang lagi grogi dalam posisi berdiri dan orang yang lagi grogi dalam posisi duduk, pasti lebih keliatan jelas groginya orang yang dalam posisi berdiri. Makanya, begitu mulain ada rasa-rasa grogi, langsung cari tempat duduk deh.
• Cari pemandangan indah
Bisa orang, bisa benda, bisa apa aja deh. Pokoknya pemandangan yang bisa ngasih efek ngademin hati atau menyedot perhatian. Kalo hati adem, pikiran kan jadi tenang. Kalo kita sibuk merhatiin sesuatu dan lupa sama apa yang tadinya bikin grogi, perasaan juga lebih tenang! 

JENIS-JENIS GANGGUAN KECEMASAN

Ada enam bentuk gangguan kecemasan yang bisa muncul, dan masing-masing harus ditangani dengan terapi yang berbeda-beda.

( Penulis : Erick Tobing )
Foto: Ilham 

Generalized Anxiety Disorder
Ciri-ciri umumnya sih sebenernya sama kayak cemas biasa. Yang bikin beda adalah, penderita generalized anxiety disorder cemasnya terus menerus. Hampir sepanjang hari dia habiskan untuk mencemaskan hal-hal yang sebenarnya nggak perlu. Akibatnya, dia jadi nggak bisa menjalankan hidup dengan normal. Boro-boro mau mikirin pelajaran, tiap saat otaknya selalu dipenuhi pikiran-pikiran buruk yang bikin dia selalu khawatir.

Social Anxiety Disorder
Disebut juga social phobia, orang yang mengidap gangguan ini bakal ngerasa takut banget kalo harus berinteraksi dengan orang lain. Dia takut dicap buruk oleh orang lain dan dipermalukan di depan umum. So, dia lebih memilih menghindar dari lingkungannya.

Post-traumatic Stress Disorder
Ini adalah gangguan kecemasan yang muncul gara-gara seseorang baru mengalami sebuah peristiwa yang traumatis.

Panic Disorder
Lagi nggak ngapa-ngapain, tiba-tiba aja lo kena “serangan”. Dada berdegup kencang, kepala pusing, mata berkunang-kunang, nafas jadi sesak, dan merasa seperti mau mati atau mau gila. Itu namanya panic attack. Kalo serangan ini terjadi berulang-ulang, namanya panic disorder.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Penderita OCD biasanya ngerasa harus melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas, dan nggak bisa dikontrol. Misalnya, belasan kali mengecek apakah lampu kamar udah dimatikan atau belum. Atau mencuci tangan berkali-kali, dan merapikan semua buku di rak supaya sejajar.

Phobia
Rasa takut yang berlebihan terhadap hal-hal yang nggak perlu ditakuti. (

Teman menjadi salah satu kebutuhan 'pokok' manusia. Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar aktivitas kita membutuhkan teman sebagai partner kerja. Akan tetapi, dalam rangka menciptakan pertemanan yang baik, tidak banyak orang dapat mewujudkannya. Ada yang berteman sekadar obsesi untuk berteman, bergaul, atau sekadar basa-basi. Hasilnya? Tidak ada yang istimewa. 

Menjajaki pertemanan semestinya memerlukan kecerdasan tersendiri. Dalam pengertian, pertemanan yang terjalin harus sesuai dengan tujuannya. Biasanya kondisi pertemanan ini berlaku bagi para intelektual atau akademisi. Namun, belakangan semua kalangan menjadikannya sebagai sesuatu yang signifikan untuk segera diwujudkan dalam motiv apa saja. Katanya, yang penting menguntungkan. Ya, sama-sama menguntungkan.

Setiap orang tentu memerlukan teman yang dapat memberikan kontribusi yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, menjalinnya harus cerdas. Teman yang baik pasti berefek positif bagi pelakuya. Banyak kasus, terjadinya masalah dalam kehidupan sering kali diakibatkan oleh ulah teman-teman yang buruk. 

Sebagai saran dari saya, berikut ini mungkin bisa menjadi acuan bagi Anda yang suka menjalin pertemanan. Ini juga berdasarkan pengalaman saya.
* Bertemanlah dengan orang-orang positif (perilaku maupun pola pikir). Teman jenis ini akan mampu mengarahkan Anda untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari. Seperti Anda ketahui, pikiran dan perilaku positif akan menumbuhkan semangat kerja yang positif pula. Dampaknya tentu juga bernilai positif luar biasa. Dijamin Anda tidak akan menyesal.
* Teman yang suka mengarahkan. Teman yang baik tentu mereka yang suka mengarahkan kita pada hal-hal yang baik. Bila salah, ia akan mengoreksi dan memperbaiki dengan saran-saran yang membangun.
* Teman yang aktif (pandai bergaul tapi membatasi diri pada perilaku negatif). Pandai bergaul alias terbuka diri terhadap lingkungan akan semakin meluaskan jaringan dan relasi kita. Hasilnya pasti sangat bermanfaat bagi Anda yang cenderung pasif.
* Teman yang cerdas dan loyal. Teman-teman yang baik akan berdampak baik. Teman-teman yang buruk dan rusak akan berdampak buruk. Demikian pula, paling tidak Anda akan ketularan oleh kecerdasan teman-teman yang cerdas. Anda akan merasa kurang nyaman bila tidak mampu beradaptasi oleh kepiawaian teman Anda. Oleh karena itu, dibutuhkan semangat untuk bisa menyeimbangkan antara kemampuan intelektual Anda dengan teman Anda. Jangan merasa canggung.

Tips ini setidaknya telah berhasil mengubah pola pikir dan perilaku saya selama ini. Semoga Anda semua juga bisa merasakan manfaatnya.
* Kuat memegang norma agama

Teman menjadi salah satu kebutuhan 'pokok' manusia. Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar aktivitas kita membutuhkan teman sebagai partner kerja. Akan tetapi, dalam rangka menciptakan pertemanan yang baik, tidak banyak orang dapat mewujudkannya. Ada yang berteman sekadar obsesi untuk berteman, bergaul, atau sekadar basa-basi. Hasilnya? Tidak ada yang istimewa. 

Menjajaki pertemanan semestinya memerlukan kecerdasan tersendiri. Dalam pengertian, pertemanan yang terjalin harus sesuai dengan tujuannya. Biasanya kondisi pertemanan ini berlaku bagi para intelektual atau akademisi. Namun, belakangan semua kalangan menjadikannya sebagai sesuatu yang signifikan untuk segera diwujudkan dalam motiv apa saja. Katanya, yang penting menguntungkan. Ya, sama-sama menguntungkan.

Setiap orang tentu memerlukan teman yang dapat memberikan kontribusi yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, menjalinnya harus cerdas. Teman yang baik pasti berefek positif bagi pelakuya. Banyak kasus, terjadinya masalah dalam kehidupan sering kali diakibatkan oleh ulah teman-teman yang buruk. 

Sebagai saran dari saya, berikut ini mungkin bisa menjadi acuan bagi Anda yang suka menjalin pertemanan. Ini juga berdasarkan pengalaman saya.
* Bertemanlah dengan orang-orang positif (perilaku maupun pola pikir). Teman jenis ini akan mampu mengarahkan Anda untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari. Seperti Anda ketahui, pikiran dan perilaku positif akan menumbuhkan semangat kerja yang positif pula. Dampaknya tentu juga bernilai positif luar biasa. Dijamin Anda tidak akan menyesal.
* Teman yang suka mengarahkan. Teman yang baik tentu mereka yang suka mengarahkan kita pada hal-hal yang baik. Bila salah, ia akan mengoreksi dan memperbaiki dengan saran-saran yang membangun.
* Teman yang aktif (pandai bergaul tapi membatasi diri pada perilaku negatif). Pandai bergaul alias terbuka diri terhadap lingkungan akan semakin meluaskan jaringan dan relasi kita. Hasilnya pasti sangat bermanfaat bagi Anda yang cenderung pasif.
* Teman yang cerdas dan loyal. Teman-teman yang baik akan berdampak baik. Teman-teman yang buruk dan rusak akan berdampak buruk. Demikian pula, paling tidak Anda akan ketularan oleh kecerdasan teman-teman yang cerdas. Anda akan merasa kurang nyaman bila tidak mampu beradaptasi oleh kepiawaian teman Anda. Oleh karena itu, dibutuhkan semangat untuk bisa menyeimbangkan antara kemampuan intelektual Anda dengan teman Anda. Jangan merasa canggung.

Tips ini setidaknya telah berhasil mengubah pola pikir dan perilaku saya selama ini. Semoga Anda semua juga bisa merasakan manfaatnya.
* Kuat memegang norma agama
Tips Menjaga Hubungan Pertemanan dengan baik



Biar pertemanan yang kita jalin bisa awet, berikut ini tipsnya…

1. Dalam berteman, tidak selamanya kita memiliki sifat yang sama. Perbedaan karakter itulah yang harus kita mengerti. Jangan selalu memaksakan pendapat dan prinsip kepada teman kita, hormati juga pendapatnya.

2. Apabila teman kita melakukan kesalahan, jangan langsung menghakiminya, telusuri dulu apa yang sebenarnya terjadi, dan jangan bersikap kitalah yang lebih pintar dari dia. Menasehati juga harus disesuaikan dengan sikonnya.

3. Kepercayaan adalah hal yang penting dalam berteman, jadi kita harus saling menjaga rahasia yang ada, jangan sampai rahasianya kita sebarkan ke orang lain. Jangan mudah percaya juga bila ada orang lain yang coba menghasut kita.

4. Berteman bukan untuk bersaing, jadi jika teman kita berhasil dalam hal tertentu, kita jangan iri.. puji dan dukunglah selama apa yang ia lakukan masih dalam konteks yang benar. Ingat, kebahagiannya adalah kebahagiaan kita juga.

5. Usahakan jangan sering mengeluh di depan teman kita, bisa-bisa teman kita menganggap dirinya hanya sebagai tempat untuk mengeluh. Berbagi hal-hal yang mengembirakan juga perlu lho…

6. Apabila teman kita punya kebiasaan buruk, jangan langsung menegurnya dengan kasar, apalagi jika ia mudah tersinggung.. Katakan dengan halus dan sopan atau tidak secara langsung, akan lebih baik lagi jika kita bisa membantunya untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu.

7. Kejujuran juga harus terus dijaga dalam berteman, kalau kita melakukan kesalahan, segeralah meminta maaf, jangan malu untuk melakukan hal itu.

8. Kita dan teman kita memiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih pintar atau bodoh. Saling membantu dan melengkapi adalah hal yang terpenting.

9. Pahami keadaan teman kita dan lingkungannya sehari-hari, jangan menyepelekan atau merasa kitalah yang lebih baik darinya.

10. Jalan-jalan bareng atau refreshing juga baik untuk menambah kedekatan kita dengan teman kita.

Maka berikut adalah penjelasan lanjutan mengenai sifat kepribadian Sanguine,

Choleric, Plegmatic, dan Melancholy.

Sebelumnya, perlu diperingatkan dalam membahas tentang empat tipe

temperamen ini, beberapa orang akan terdorong untuk menganalisa temantemannya,

dan akan memikirkan “Bagaimanakan tipe temperamennya ?”

Pemikiran seperti ini akan menipu dan sukar untuk dapat dipercaya penuh karena

belum melakukan serangkaian tes kepribadian. Penyelidikan kita mengenai

temperamen ini haruslah merupakan penyelidikan yang hanya untuk diri sendiri,

kecuali bila kita ingin lebih dapat menerima kelemahan dan kekurangan yang ada

di dalam diri orang lain.

1. Sanguine

Sanguine yang periang adalah temperamen yang hangat, bersemangat, lincah

dan “menyenangkan”. Ia dapat menerima segala keadaan, dan kesan-kesan yang

dilihatnya dapat dengan mudah mempengaruhi hatinya yang dengan cepat

memberikan tanggapan. keputusan-keputusannya lebih banyak ditentukan oleh

perasaan dari pada pemikirannya.

Orang Sanguine memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyukai dirinya

sendiri, dan biasanya ia menularkan sifatnya yang hangat itu. Bila ia masuk ke

sebuah ruangan yang banyak orangnya, ia mempunyai kecenderungan untuk

membangunkan semangat setiap orang yang ada di situ dengan kelancaran

percakapannya yang riang gembira. Ia dapat membawakan cerita dengan

menarik karena sifatnya yang hangat dan penuh emosi itu seakan-akan

menunjukkan bahwa ia sedang mengalami apa yang diceritakannya itu.

Ia tidak pernah kekurangan teman. Ole Hallesby mengatakan, “sifat seorang

Sanguine yang naif, spontan dan periang itu membuat banyak orang senang

kepadanya”. Ia dapat benar-benar ikut merasakan sukacita dan kesusahan

orang-orang yang dihadapinya dan dapat membuat orang yang dihadapi itu

merasa dirinya penting, seakan-akan seorang sahabat yang istimewa dan

demikian juga orang lain yg ditemuinya diperlakukan sama olehnya.

Ia menyukai orang-orang, tidak senang dengan kesunyian. dan yang paling

senang ialah bila ia dikelilingi teman-temannya, di mana ia menjadi pusat

perhatian mereka. Ia mempunyai banyak sekali cerita menarik yang tidak akan

pernah habis, yang diceritakannya secara dramatis sehingga membuat ia disukai

baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan biasanya ia terkenal di dalam

pesta-pesta atau perkumpulan-perkumpulan sosial.

Orang Sanguine tidak pernah kehabisan kata-kata. Ia seringkali berbicara dahulu

sebelum berpikir, tetapi sikapnya yang tulus dan terbuka itu membuat orangorang

tidak melawan atau menolak dia, sehingga mereka memberikan tanggapan

terhadap perasaan hatinya. Cara hidupnya yang bebas (tidak terikat), yang

kelihatan penuh gairah dan terbuka seringkali membuat orang-orang yang

temperamennya lebih pemalu merasa iri hati kepadanya.

Caranya berbicara yang ramai dengan suara keras dan ramah tamah itu

membuat dia tampak lebih mantap daripada keadaan dirinya yang sesungguhnya,

tetapi semangatnya dan perilakunya yang menyenangkan itu dapat membawa dia

melewati liku-liku kehidupan yang berat. Orang yang selalu mempunyai alasan

untuk memaafkan kelemahan-kelemahannya dengan mengatakan “Yah, emang

begitulah sifat si periang itu.”

Dunia ini diperkaya oleh orang-orang sanguine yang periang semacam itu.

Mereka cocok sekali untuk menjadi salesman, pekerja di rumah sakit, guru, ahli

bicara, aktor, ahli pidato dan kadang-kadang mereka dapat menjadi pemimpin

yang baik. Keperluan-keperluan rohani yang terutama bagi temperamen

Sanguine ialah “penguasaan diri, kesabaran, iman, damai sejahtera dan

kebaikan”.

2. Choleric.

Tempramen Choleric yang keras ialah temperamen yang penuh semangat,

bertindak cepat, aktif, praktis dan berkemauan keras. Seringkali ia merasa puas

terhadap dirinya sendiri dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Ia

cenderung untuk bersikap tegas dan berpendirian teguh, mudah membuat

keputusan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Orang Choleric selalu penuh dengan aktivitas. Sebenarnya, bagi dia “hidup adalah

aktivitas”. Ia tidak perlu harus dirangsang oleh keadaan sekelilingnya, tetapi

malah ia lebih banyak merangsang keadaan sekelilingnya dengan gagasan,

rencana-rencana dan ambisinya yg tidak pernah habis. Aktivitasnya selalu

mempunyai sasaran, karena ia mempunyai pikiran yang tajam dan praktis, dapat

membuat keputusan-keputusan segera yang logis atau merencanakan suatu

proyek jangka panjang yg sangat berguna.

Ia tidak akan terombang-ambing karena tertekan oleh apa yang dipikirkan orangorang

lain. Ia bersikap tegas dalam menghadapi persoalan-persoalan dan

seringkali ia dengan berani melawan ketidakadilan sosial atau keadaan-keadaan

yang tidak benar.

Ia tidak takut terhadap kesengsaraan, sesungguhnya kesengsaraan itu justru

membangunkan semangatnya. Ia telah mempunyai keputusan yang mantap dan

seringkali ia berhasil di mana orang lain mengalami kegagalan. Hal ini bukan

karena rencana-rencananya lebih baik daripada rencana-rencana orang lain,

tetapi karena ia “terus maju” meskipun orang lain sudah putus asa dan berhenti.

Bila pepatah “Menjadi pemimpin adalah karena bakat, bukan karena latihan” itu

benar, maka ia adalah orang yang berbakat memimpin.

Emosinya adalah bagian temperamennya yang paling tidak menonjol. Ia tidak

mudah untuk memberikan simpati kepada orang lain, dan ia juga tidak dapat

menunjukkan atau menyatakan rasa kasih secara wajar. Ia sering merasa

bingung atau muak melihat orang lain menangis. Ia kurang dapat menghargai

karya-karya seni yang tinggi, perhatian utamanya hanya ditujukan kepada nilainilai

kehidupan yang mendatangkan faedah.

Ia dapat segera melihat kesempatan yang ada dan dengan cepat mendiagnosa

cara yang terbaik untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu. Cara

berpikirnya sistematis, walaupun hal-hal yang kecil-kecil biasanya membosankan

baginya. Ia tidak bisa memeriksa secara teliti, tetapi ia cepat untuk memberikan

penilaian yang berdasarkan intuisi, oleh sebab itu ia cenderung untuk melihat

pada sasaran dari apa yang sedang dicapainya tanpa melihat adanya perangkapperangkap

dan halangan-halangan yang mungkin timbul di tengah jalan.

Sekali ia telah mulai melangkah menuju sasarannya ia dapat berlari tanpa

mengindahkan orang-orang yang menghalangi jalannya. Ia cenderung untuk

bersikap menguasai dan mengatur, dan ia tidak segan-segan memperalat orang

lain untuk mencapai maksud-maksudnya. Seringkali ia dianggap seorang

oportunis.

Dari antara semua jenis temperamen, mungkin ialah yang paling banyak

memerlukan sifat-sifat rohani, yaitu kasih, damai sejahtera, kemurahan,

kesabaran, kelemah lembutan dan kebaikan.

Para Jenderal dan pemimpin-pemimpin besar di dunia ini, kebanyakan adalah

orang-orang yang mempunyai jenis temperamen Choleric. Orang Choleric dapat

menjadi seorang eksekutif (pelaksana) yang baik, pencetus gagasan, produser,

dikatator, atau bahkan SEORANG PENJAHAT, tergantung pada standard

moralnya. Sama seperti orang Sanguine, biasanya ia adalah seorang extrovert,

meskipun agak kurang menonjol.

3. Phlegmatic

Menurut Hippocrates, cairan tubuh yang menghasilkan temperamentemperamen

yang tenang, dingin, lamban, santai, dan stabil disebut Flip

Phlegmatic. Bagi orang Phlegmatic, hidup adalah pengalaman yang

membahagiakan dan menyenangkan, tanpa pengalaman-pengalaman yang

menggetarkan jiwa, di mana ia sebanyak mungkin tidak mau melibatkan diri

dalam persoalan apa pun.

Orang Phelgmatic adalah orang yang sangat tenang dan santai sehingga

nampaknya ia tidak pernah merasa terganggu, bagaimanapun keadaan di

sekelilingnya. Ia sukar sekali marah dan jarang sekali meluapkan emosinya.

Orang Phlegmatic adalah orang yang memiliki tipe temperamen yang tetap sama

setiap kali anda bertemu dengan dia. Di balik temperamennya yang dingin, acuh

dan sifatnya yang seakan-akan pemalu itu, terdapat beberapa kemampuan yang

tergabung menjadi satu. Ia mempunyai perasaan yang jauh lebih dalam daripada

apa yang nampak pada wajahnya, dan ia memiliki kemampuan untuk menghargai

karya seni yang tinggi dan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

Orang Phlematic tidak akan kekurangan teman karena ia menyukai orang-orang

dan mempunyai rasa humor yang sinis. Ia adalah tipe orang yang meskipun

berada di tengah-tengah orang banyak yang “tertawa terbahak-bahak” tetapi

justru tidak pernah atau sedikit tersenyum. Ia memiliki kemampuan yang unik

dalam melihat sesuatu yang lucu pada orang lain dan di dalam hal-hal yang

mereka lakukan. Ia memiliki ingatan yang baik dan kuat dan seringkali ia pandai

sekali dalam menirukan sesuatu. Salah satu hal lain yang disukainya ialah

“MENGGODA ATAU MEMPERMAINKAN ORANG YANG MEMILIKI TEMPERAMEN

YANG LAIN”.

Ia merasa jengkel dengan semangat yang berkobar-kobar dari orang Sanguine

yang tidak pernah tenang dan tanpa tujuan, yang seringkali menghadapkan dia

dengan kesia-siaan mereka. Ia benci dengan kemurungan orang-orang

Melancholy dan cenderung untuk mencemoohkannya. ia senang sekali

mematahkan rencana-rencana dan ambisi yang melangit dari orang Choleric.

Ia cenderung untuk menjadi penonton dalam kehidupan ini dan berusaha untuk

tidak terlalu terlibat dalam persoalan orang lain. Biasanya ia sangat segan untuk

melakukan suatu kegiatan di luar hal-hal rutin yang dilakukannya setiap hari. Ini

tidak berarti bahwa ia tidak dapat mengerti perlunya tindakan serta kesulitankesulitan

orang lain. Mungkin orang Phlegmatic dan orang Choleric dapat samasama

melihat suatu ketidakadilan sosial, tetapi reaksi mereka sama sekali

berbeda.

Jiwa Choleric yang penuh keberanian itu akan menyebabkan dia berkata, “Mari

kita membentuk suatu panitia yang bertindak untuk mengatasi hal ini!”. Orang

Phlegmatic mungkin lebih cenderung untuk menanggapinya dengan berkata

“Wah, parah keadaannya!, mengapa tidak ada seorang pun yang bertindak untuk

mengatasi hal ini?” Orang Phlegmatic biasanya baik hati dan penuh perhatian,

tetapi jarang sekali ia mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya. Akan

tetapi apabila sekali ia telah didorong untuk bertindak, akan terbukti bahwa ia

adalah orang yang paling efisien dan memiliki kemampuan yang hebat.

Ia sendiri tidak akan mau memegang pimpinan, tetapi apabila ia diberi tugas

sebagai seorang pemimpin, ia akan membuktikan diri sebagai seorang pemimpin

yang mampu. Ia dapat menimbulkan suasana damai dan ia mempunyai sifat

pembawaan suka mendamaikan orang. Kebutuhannya yang terutama ialah :

Kasih, kebaikan, kelemahLembutan, penguasaan diri dan Iman.

Dunia ini telah banyak diberkati oleh sifat-sifat orang Phlegmatic yang efisien. Ia

dapat menjadi seorang diplomat, seorang akuntan, guru, pemimpin, ahli ilmu

pengetahuan atau pekerja yang baik dalam suatu bidang yang membutuhkan

ketelitian yang tinggi.

4. Melancholy

Orang Melancholy seringkali dilukiskan sebagai “temperamen yang suram atau

murung”. Sebenarnya temperamen Melancholy adalah TEMPERAMEN yang

PALING KAYA di antara tipe-tipe temperamen yang lain, oleh karena ia

mempunyai sifat analitis, rela berkorban, berbakat, perfeksionis, dan memiliki

emosi yang sangat sensitif. Dari keempat tipe temperamen, maka tipe

Melancholy yang paling dapat menikmati karya-karya seni yang tinggi.

Ia mempunyai sifat pembawaan yang introvert, tetapi karena perasaanperasaannya

lebih menguasai dirinya, maka keadaan hatinya cenderung untuk

mengikuti perasaan hatinya yang berubah-ubah. Kadang-kadang perasaan

hatinya mengangkat dia ke puncak kegembiraan sehingga membuat dia bertindak

lebih ektrovert; namun pada saat lain ia merasa murung dan tertekan, dan pada

saat-saat itu ia akan menjadi orang yang sangat pendiam dan sama sekali

berlawanan dengan keadaan sebelumnya.

Orang yang memiliki temperamen Melancholy adalah seorang teman yang

SANGAT SETIA, tetapi tidak seperti orang Sanguine, ia SUKAR mendapat teman.

Ia tidak mau mengajukan diri untuk menemui orang-orang tetapi ia lebih

cenderung untuk membiarkan orang-orang DATANG kepadanya. Mungkin orang

yang memiliki temperamen Melancholy adalah orang yang paling dapat

DIPERCAYAI dibanding dengan orang yang memiliki tipe-tipe temperamen yang

lain, karena kecenderungannya untuk mencapai yang sempurna tidak

membiarkan dirinya mengabaikan pekerjaannya atau membiarkan orang lain

kecewa bila mereka bergantung kepadanya.

Sifat pembawaannya yang pendiam dan tidak mau menonjolkan diri itu bukan

menandakan bahwa ia TIDAk menyukai orang lain. Sama seperti kebanyakan dari

kita, ia tidak hanya menyukai orang lain, tetapi ia juga mempunyai keinginan

yang kuat untuk DIKASIHI orang lain. Pengalaman-pengalaman yang

mengecewakan membuat dia tidak untuk menilai seseorang berdasarkan apa

yang tampak di luarnya, karena ia agak merasa CURIGA apabila ada orang yang

mencari-cari dia atau memberikan perhatian yang berlebihan kepadanya.

Kemampuan yang hebat dalam menganalisa membuat dia dapat

MEMPERKIRAKAN dengan tepat kemungkinan adanya halangan-halangan dan

bahaya dalam setiap usaha yang direncanakannya. Sifat ini sangat bertentangan

dengan sifat orang Choleric yang jarang sekali menyadari adanya persoalanpersoalan

atau kesulitan-kesulitan, karena ia merasa YAKIN bahwa ia MAMPU

mengatasi persoalan apa pun yang timbul. Sifat ini seringkali menyebabkan

seorang Melancholy segan mengemukakan suatu gagasan baru atau menentang

orang yang memprakarsai hal itu.

Kadang-kadang apabila ia sedang mengalami suasana hati dan emosi yang

gembira atau penuh inspirasi, ia dapat menghasilkan suatu karya seni yang besar

atau MENCETUSKAN suatu hasil pemikiran yang LUAR BIASA. Hasil-hasil tersebut

seringkali diikuti dengan saat-saat depresi yang hebat.

Orang Melancholy biasanya menemukan nilai hidup PALING berarti dalam

PENGORBANAN diri. Ia seakan-akan mempunyai keinginan untuk membuat

dirinya sendiri menderita dan seringkali akan memilih lapangan pekerjaan yang

sulit yang menuntut banyak pengorbanan diri. Sekali ia telah memilih pekerjaan,

ia cenderung untuk bersikap sangat teliti dan tekun dalam mencapai tujuannya

dan besar kemungkinan ia akan menyelesaikannya dengan sangat baik.

Temperamen memiliki potensi yang paling hebat dibanding dengan tipe-tipe

temperamen yang lain. Tetapi tipe temperamen yang PALING KUAT dan yang

memiliki BANYAK potensi ini rupanya disertai dengan KELEMAHAN yang paling

BANYAK. Seorang Melancholy dapat memanfaatkan kekuatannya sampai melebihi

teman-temannya, atau ia dapat begitu dikuasai oleh kelemahan-kelemahannya

sehingga ia menjadi seorang yang menderita GANGGUAN emosi, orang yang

putus asa atau orang yang selalu sedih tanpa alasan, yang tidak pernah

menyukai dirinya sendiri ataupun DISUKAI oleh orang lain.

Banyak dari antara orang-orang yang berbakat besar di dunia ini yaitu para

seniman, musikus, penemu, ahli filsafat, pendidik, dan ahli-ahli teori adalah

orang-orang yang mempunyai temperamen Melancholy.

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies